Kamis, 16 Agustus 2018

Jepang Segera Realiasikan Kerja Sama dengan Semarang

Oleh: Jallus
Kamis, 18 Januari 2018 05:23:00
BAGIKAN:
istimewa.
Jepang.

SEMARANG (MM): Pemerintah Kota Toyama, Jepang, segera merealisasikan tiga program kerja sama bidang energi yang akan diterapkan di Semarang setelah penandatanganan nota kesepahaman pada Desember 2017.

Rencana itu ditandai dengan kedatangan sejumlah pejabat Pemerintah Kota Toyama, Jepang, bertemu dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang,  sebagai tindak lanjut penandatanganan MoU.

Tiga program kerja sama energi, yakni konversi bahan bakar Bus Rapid Transit (BRT) TransSemarang dari solar ke gas, pembangunan "solarcell" di sekolah, dan pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) mikrohidro.

"Kawan-kawan dari Toyama ke sini untuk melaksanakan survei lapangan. Apa saja yang akan diwujudkan," kata Hendi, sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang itu usai pertemuan yang berlangsung di Ruang VIP Balai Kota Semarang, Rabu 17 Januari 2018.

Perwakilan dari Toyama yang hadir, antara lain Kepala Lembaga Kebijakan Kota Toyama Jepang Koshin Takata, General Manager Building Mechanical and Electric Engineering Pasific Consultan Teruo Hosokawa, didampingi penerjemah.

Hendi menjelaskan kehadiran sejumlah pejabat tinggi Kota Toyama itu merupakan tahap awal program kerja sama energi yang sudah dijalin Pemerintah Kota Semarang dengan Pemerintah Kota Toyama.

Untuk konversi bahan bakar BRT Trans Semarang sebagai program pertama, kata politikus PDI Perjuangan itu, pihak Toyama sudah melaksanakan survei di Koridor I Transsemarang sebagai "pilot project" konversi solar ke gas.

"Sebagai uji coba tahap pertama akan ada 25 unit BRT yang akan dilakukan upaya penggantian bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). Dites dulu seberapa manfaatnya, misalnya polusi berkurang, tenaga bus berkurang atau tidak," katanya.

Apabila uji coba sukses, kata dia, konversi solar ke gas bisa diterapkan ke koridor-koridor selanjutnya, seperti Koridor II, Koridor III, dan lainnya yang memiliki rute dengan kondisi jalur menanjak.

Program kedua, kata dia, yakni pembangunan panel surya sebagai pembangkit listrik sudah dilakukan survei oleh pihak Toyama di beberapa sekolah dasar (SD) di Semarang untuk mencari luas lahan sekitar 200 meter persegi.

"Kami sudah mereferensikan dua SD dan sekolah menengah pertama (SMP). Sekolah-sekolah yang ada tenaga panel surya ini kalau teknologinya berhasil, kami teruskan ke sekolah-sekolah yang lain," katanya.

Selanjutnya, Hendi mengatakan Pemerintah Kota Toyama juga berencana membangun instlasi PLTA mikrohidro yang sudah disurvei untuk pemanfaatannya di Bendungan Gripik dan Sumurrejo, Gunungpati, Semarang.

"Di sana, mereka melakukan penjajakan terkait mikrohidro, terkait tenaga air yang menghasilkan listrik bagi warga sekitar. Kami optimistis pengerjaan tiga program ini berjalan pada Agustus 2018," katanya.

Persoalannya, kata dia, memerlukan dana pendampingan yang baru bisa diputuskan sekitar Agustus-September 2018, tetapi setidaknya Agustus 2018 sudah bisa dilakukan untuk menindaklanjuti survei yang sudah dilakukan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Kebijakan Pemerintah Kota Toyama Jepang Koshin Takata menyebutkan kerja sama itu merupakan proyek pertama yang dilakukan dengan Pemkot Semarang yang diharapkan tahun ini bisa direalisasikan.

Jika ketiga program itu bisa terealisasi, kata dia, akan ada program-program kerja sama lainnya yang akan dibangun kedua pihak, sebagaimana kerja sama Indonesia dengan Jepang yang sudah 60 tahun berjalan.

Sejauh ini, Koshin mengatakan masih dalam tahap survei dengan alokasi pendanaan 40 persen dari Jepang dan 60 persen dari Pemkot Semarang karena merupakan program subsidi dari Pemerintah Jepang.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR

Umat Buddha Punya Pusdiklat di Jakarta Barat

satu minggu lalu    Berita Suka

JAKARTA (MM): Umat Buddha di Kota Jakarta Barat kini memiliki sebuah gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Citra Maitri Jaya

2 minggu lalu   Berita Suka

Malaysia Bantu Korban Gempa Lombok

2 minggu lalu   Berita Suka

Kelompok Pendaki Thailand Saling Berpelukan

Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99