Rabu, 14 November 2018

Paus Fransiskus Diundang Uskup China

Oleh: Jallus
Rabu, 17 Oktober 2018 08:01:00
BAGIKAN:
reuters.
Paus Fransiskus.

VATIKAN (MM): Dua uskup Katolik dari China, yang untuk pertama kali diizinkan pemerintah Beijing menghadiri pertemuan di Vatikan, mengundang Paus Fransiskus mengunjungi negara mereka, kata surat kabar Katolik pada Selasa.

Joseph Guo Jincai dan John Baptist Yang Xiaoting menghadiri pertemuan dua pekan pertama uskup dari seluruh dunia itu, yang dikenal sebagai sinode, dan melihat paus setiap hari.

Kehadiran mereka adalah tanda nyata pertama pencairan hubungan Tahta Suci dengan Beijing sesudah perjanjian bersejarah pada bulan lalu tentang pemilihan uskup di negara komunis itu.

"Mumpung di sini, kami mengundang Paus Fransiskus datang ke China," kata Guo dalam wawancara dengan "Avvenire", surat kabar harian konferensi uskup Itali. "Kami menunggunya," kata Guo.

Kesepakatan itu, yang dibuat selama lebih dari 10 tahun dan ditandatangani pada 22 September, memberikan Vatikan suara -yang lama diupayakan- dalam pemilihan uskup di China, meskipun penentangnya menandainya sebagai penyerahan diri ke pemerintah Komunis.

Sekitar 12 juta penganut Katolik di China terpecah antara Gereja bawah tanah setia ke Vatikan dan Perhimpunan Patriotik Katolik, yang diawasi negara.

Guo memiliki hubungan dekat dengan pemerintah karena ditahbiskan ke Perhimpunan Patriotik Katolik tanpa izin kepausan dan dikucilkan Vatikan.

Sebagai bagian dari perjanjian 22 September itu, Paus mencabut pengucilan tersebut dan mengakui keabsahannya, menjadikan Guo pembicara penting di antara kedua pihak.

Guo mengatakan tidak tahu kapan perjalanan bisa terjadi tapi mengatakan bahwa ia dan saudara uskupnya Yang percaya bahwa itu mungkin dan berdoa untuk itu.

"Kehadiran kami di sini dianggap tak mungkin tapi jadi mungkin," katanya.

Paus diperkirakan mengunjungi Jepang pada tahun depan dan pada Kamis akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, yang akan membawa undangan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meminta Paus mengunjungi Pyongyang.

Pejabat Vatikan menekankan bahwa kesepakatan pada bulan lalu antara Tahta Suci dengan China bersifat pastoral dan bukan politik.

Tapi, banyak yang percaya itu adalah pendahulu untuk pemulihan hubungan diplomatik Vatikan dengan Beijing sesudah lebih dari 70 tahun.

Itu berarti memutuskan hubungan dengan Taiwan. Vatikan adalah sekutu diplomatik terakhir pulau itu di Eropa.

Taiwan, yang dianggap Beijing sebagai propinsi pemberontak, memiliki hubungan resmi dengan 16 negara lain, banyak di antaranya kecil, negara kurang berkembang di Amerika Tengah dan Pasifik.
 

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99