Selasa, 17 Juli 2018

Wali Kota Filipina Ditembak Mati

Oleh: alex
Selasa, 03 Juli 2018 04:28:00
BAGIKAN:
istimewa.
Ditembak mati.

MANILA (MM): Wali Kota Filipina, yang mengarak tersangka pengedar narkotika melalui jalanan di kotanya, ditembak mati pada Senin ketika menghadiri upacara mingguan pengibaran bendera untuk pejabat pemerintah, kata polisi.

Wali Kota Antonio Cando Halili dinyatakan meninggal saat tiba di rumah sakit akibat satu luka peluru ke dada ketika ia dan pegawai negeri menyanyikan lagu kebangsaan di Tanauan, kota di Provinsi Batangas arah barat daya ibu kota Manila.

"Kami terkejut, kami sedih," kata Wakil Wali Kota Jhoanna Villamor, yang berdiri di samping Halili, kepada stasiun radio DZBB setelah penembakan itu.

Gambar tampaknya berasal dari video telepon saku pintar tentang penembakan itu menjadi viral di media gaul, menunjukkan satu tembakan terdengar saat lagu kebangsaan dimainkan, lalu muncul teriakan dan terjadi kekacauan. Video tersebut tidak dapat segera diverifikasi.

Halili menjadi terkenal karena memperkenalkan pawai "walk of shame" dari para penjual narkoba yang diduga melalui kotanya, Tanauan.

Polisi mengatakan mereka telah membunuh lebih dari 4.200 tersangka pengedar narkoba selama baku tembak dalam perang berdarah terhadap obat-obatan yang diluncurkan oleh Presiden Rodrigo Duterte dua tahun lalu, sebuah kampanye yang dikutuk oleh kelompok hak asasi manusia dalam negeri dan internasional.

Halili dilucuti dari kekuasaan pengawasnya atas polisi daerah pada Oktober 2017 karena menjamurnya obat-obatan terlarang di kotanya, di tengah tuduhan oleh polisi nasional bahwa dia mungkin memiliki keterlibatan. Halili membantah tuduhan itu.

Dalam sebuah wawancara pada Agustus 2016 - bulan kedua penindasan - dia mengatakan bahwa dia mendukung kampanye Duterte, namun meyakini gembong narkoba harus menjadi target utama, jika tidak ribuan orang akan terbunuh.

Dia menyatakan keprihatinan atas cara polisi melakukan perang terhadap narkoba dan keandalan pengintaian mereka, dan bahwa dia mungkin dituduh berkolusi dengan geng narkotika.

"Tidak ada yang aman - walikota, gubernur, anggota kongres - hanya laporan intelijen palsu oleh polisi dapat berakhir dengan salah satu dari mereka dihancurkan," katanya dalam wawancara.

"Saya punya perasaan bahwa mereka (polisi) mengejar burung kecil untuk menakut-nakuti orang," katanya.

Polisi di Provinsi Batangas menyelidiki penembakan pada Senin tersebut. Penyelidik mengatakan kepada stasiun radio bahwa senapan berkekuatan tinggi digunakan dalam serangan itu.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR

Satu Lagi Pejabat Kota Filipina Tewas

satu minggu lalu    Berita Duka

MANILA (MM): Kelompok bersenjata membunuh wakil wali kota kota di Filipina pada Sabtu, kata polisi, kurang dari sepekan sesudah dua wali

satu minggu lalu   Berita Duka

28 Wisatawan China Tewas di Thailand

2 minggu lalu   Berita Duka

Perahu Terbaik di Thailand, 49 Orang Hilang

2 minggu lalu   Berita Duka

Wali Kota Filipina Ditembak Mati

2 minggu lalu   Berita Duka

Bus Tabrakan di China, 18 Tewas

Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99