Sabtu, 22 September 2018

Feri Tenggelam di Filipina, 4 Tewas

Oleh: marsot
Jumat, 22 Desember 2017 05:01:00
BAGIKAN:
reuters.
Feri Tenggelam.

MANILA (MM): Empat orang tewas tapi kebanyakan penumpang diselamatkan ketika satu feri yang membawa 251 penumpang tenggelam di Provinsi Quezon dalam gelombang tinggi pada Kamis, kata pihak berwenang.

Administratur Rumah Sakit Kabupaten Claro M. Recto di Infanta, Quezon, mengatakan empat orang meninggal, tiga lelaki dan satu perempuan, dan sedikitnya 11 penyintas dibawa ke rumah sakit.

Seorang pejabat departemen bencana mengatakan tak kurang dari 175 orang telah diselamatkan, semendarai 40 orang masih dinyatakan hilang, demikian laporan Xinhua. Namun pejabat tersebut mengatakan sebagian penumpang yang diselamatkan tidak terdaftar di dalam manifesto, kondisi yang menunjukkan kapal itu mungkin membawa lebih banyak penumpang.

Juru Bicara Penjaga Pantai Filipina Armand Balilo mengatakan kepada wartawan PCG menerima laporan bahwa sebagian penumpang tewas-tenggelam tapi mereka harus mengkonfirmasi laporan tersebut.

"Kami mendengar laporan bahwa ada korban jiwa tapi kami masih mengabsahkannya," kata Balilo, yang menambahkan PCG masih menunggu laporan resmi dari personelnya di lapangan.

"Operasi pencarian dan pertolongan sedang berlangsung," kata Balilo. Ia menyatakan tiga perahu penyelamat sedang dalam perjalanan ke lokasi kecelakaan, sekitara delapan sampai sembilan mil dari garis pantai.

Ia mengatakan feri itu meninggalkan pelabuhan di Kota Kecil Real, Provinsi Quezon, sekitar pukul 09.00 waktu setempat (08.00, WIB), dan sedang dalam perjalanan ke Polilo, satu pulau di wilayah timur-laut kepulauan Filipina --yang dipisahkan dari Pulau Luzon oleh Selata Polilo.

Balilo mengatakan mereka berusaha memastikan penyebab kecelakaan tersebut. Namun, ia mengatakan kecelakaan itu mungkin disebabkan oleh cuaca buruk.

Ia menyatakan feri tersebut, satu kapal cepat, memiliki kapasitas untuk membawa 286 penumpang.

Ia mengatakan, PCG akan melakukan penyelidikan mengenai kecelakaan itu untuk mengetahui penyebab tenggelamnya feri tersebut.

Seorang penyintas yang bernama Donel Jade Mendiola mengatakan kepada media lokal bahwa feri itu menghadapi gelombang tinggi satu jam setelah meninggalkan pelabuhan. Kapal tersebut tak terkendali akibat angin kencang dan gelombang tinggi, katanya.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99