Rabu, 17 Januari 2018

Tokoh Tionghoa Pejuang Kemerdekaan RI Wafat

Oleh: alex
Selasa, 19 September 2017 05:17:00
BAGIKAN:
istimewa.
Berduka (ilustrasi).

MEDAN (MM): Tokoh Tionghoa di Kota Medan yang merupakan penerima penghargaan Bintang Gerilya dari pemerintah RI, Tan Tiong Siok (96) wafat.

Setelah disemayamkan, jenazah pria kelahiran 14 Januari 1921 tersebut diberangkatkan secara militer di Medan, yang dipimpin Danramil 05/Medan Baru Kodim 0201/ BS Kapten Inf Mustaqim.

Selain puluhan prajurit TNI, upacara pemberangkatan jenazah Tan Tiong Siok menuju pemakaman umum di Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang juga diikuti puluhan veteran dan mantan pejuang.

Danramil 05/Medan Baru Kapten Inf Mustaqim mengatakan, Tan Tiong Siok yang sering dipanggil Pak Tani itu merupakan veteran yang sangat senior di Sumut.

Disebabkan ikut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan, almarhum dinilai layak untuk mendapatkan penghormatan secara militer.

Dalam catatan TNI di Sumut, Tan Tiong Siok merupakan salah satu penerima Bintang Gerilya dari Prersiden Soekarno. "Mungkin almarhum penerima terakhir yang masih hidup di Sumut," katanya, Senin 18 September 2017.

Kabag Kesejahteraan Anggota (Legiun Veteran RI) LVRI Kota Medan Sauridas (75) mengatakan, Tan Tiong Siok merupakan senior bagi para veteran di daerah itu.

Dalam catatan di LVRI Kota Medan, Tan Tiong Siok ikut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan RI bersama pasukan yang dipimpin Kolonel Bejo.

Ketika masih bertugas sebagai laskar, almarhum bertugas di bagian logistik dalam memasok senjata dan kebutuhan lain untuk membantu perjuangan militer.

"Kawan seperjuangan beliau adalah pak Bejo dan Kaharuddin (Nasution), mantan gubernur (Sumut) kita," ujat mantan laskar yang pernah bertempur di Irian Barat dan Malaysia itu.

Tan Tiong Siok alias Pak Tani adalah penerima penghargaan Bintang Gerilya dari Presiden Soekarno pada tahun 1958.

Selain dari Presiden Soekarno, Pak Tani juga menerima Penghargaan Satyalancana Peristiwa Aksi Militer Kedua dari Menteri Pertahanan RI 1958 Djuanda, serta surat keputusan pengakuan, pengesahan dan penganugerahan gelar kehormatan veteran pejuang Kemerdekaan RI tahun 1983.

Anggota DPRD Sumut Brilian Moktar yang ikut menghadiri pemberangkatan jenazah mengatakan, Tan Tiong Siok alias Pak Tani adalah sersan veteran etnis Tionghoa yang mendapat pengakuan sebagai pahlawan.

Pada agresi militer kedua, Pak Tani yang waktu itu masih muda dan bugar diminta bergabung ke militer oleh Kolonel Bejo yang dikenal sebagai pahlawan yang memimpin pertempuran Medan Area tahun 1942.

Pak Tani awalnya bertugas untuk membantu perbekalan dan mengomandoi kapal melintasi selat menuju Penang, Malaysia untuk menyalurkan makanan dan senjata untuk para pejuang.

"Waktu itu, para pejuang yang terluka parah dibawa ke Penang untuk pengobatan yang lebih intensif. Karena di sini rumah sakit masih dikuasai penjajah," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Disebabkan meraih penghargaan Bintang Gerilya, pemerintah menawarkan agar jenazah Pak Tani dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

"Namun keluarga meminta jenazah almarhum dikebumikan di Sumut saja," ujar Brilian.
 

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99